Guardian Pertama Shoghí Effendí Rabbání

Shoghí Effendí Rabbání

(1 Maret 1897 — 4 November 1957)

Guardian Pertama Agama Baha’i

Selama 36 tahun menjabat sebagai Guardian Pertama Agama Baha’i, berdasarkan pengangkatannya di dalam Wasiat dan Perjanjian (Will and Testament) dari Abdu’l Baha’ pada tahun 1921 sampai dia meninggal dunia, Agama Baha’i berkembang menjadi agama global. Guardian agama pertama yang tercinta ini, Shoghi Effendi, bekerja tak kenal lelah selama tiga puluh enam tahun menjabat untuk membangun Perjanjian di atas pondasi yang kokoh di dalam hati dan pikiran orang-orang yang percaya. Tulisan-tulisannya yang banyak dan yang tak ada bandingannya berisi ayat-ayat tak terhingga yang terkhusus mengenai Perjanjian dari Baha’u’llah dan mengenai warisan yang tak ternilai harganya, yaitu Wasiat dan Perjanjian dari Abdu’l Baha’, dia berkata bahwa ketentuan yang dimiliki oleh perjanjian-perjanjian itu hanya generasi masa depanlah yang bisa memahami sepenuhnya. Mereka yang telah membaca dan belajar tulisan-tulisan dari Shoghi Effendi sangat berbahagia akan visi-visi luhur dan ilahinya yang telah dia sampaikan kepada kita dari bukunya Tatanan Dunia masa depan Baha’u’llah (The World Order of Baha’u’llah) berdasarkan peraturan Ilahi yang diwariskan kepada kita di dalam Wasiat dan Perjanjian Abdu’l Baha. Orang mungkin bertanya apa lagi yang bisa Shoghi Effendi katakan untuk membawa pemahaman lengkap kepada teman-teman tentang asal usul Ilahi, tentang keabadian dan kekekalan yang dimiliki oleh Lembaga unik dari Tatanan yang diberikan Tuhan. Bahasa apa yang bisa Shoghi Effendi pilih untuk menggambarkan dengan lebih jelas dan pantas karakter suci dan karakter yang terinspirasi oleh ilahi dari Dokumen abadi itu — Wasiat dan Perjanjian Abdu’l Baha’, Dokumen yang dikarakteristikan oleh nya sebagai emanasi paling terang dari Pikiran-Nya, kandungan Ilahi yang turun temurun yang dihasilkan dari perstuan mistis antara Pemikiran Baha’u’llah dan Pemikiran Abdu’l Baha, dan oleh karena itu Dokumen itu menjadi Kehendak dan Tujuan dari Penulis Wahyu Agama Baha’i, yaitu dirinya sendiri. Dan sebutan superlative apalagi yang bisa dia berikan untuk Dokumen ini dari pada memujinya sebagai pelengkap utama dari Kitab Paling Suci, yaitu — Kitab Aqdas — dan dari sanalah satu bagian dari Ayat Ilahi Eksplisit yang mana Hukum-Hukum dan ketentuan akan tetap suci dan tak dapat diubah melalui masa Dispensasi dari Baha’u’llah. Kekuasaan tertinggi diantara Institusi Keilahian yang diwariskan kepada kita di dalam Wasiat dan Perjanjian dari Abdu’l Baha adalah Institusi Perwalian (Guardianship), sebagai penanggung jawab dari kedudukan tersebut menurut Wasiat dan Perjanjian disebut sebagai “penerjemah dari ayat-ayat Tuhan”, direktur dari Tangan-Tangan Ajaran Agama dan ”ketua suci dan anggota istimewa untuk kehidupan” Majelis Keadilan Universal, kekuasaan tertinggi Organ legislative dari Sistem Administratif Baha’i.

 

Masa Muda Shoghi Effendi

Beliau lahir di kota Akka pada bulan Maret 1897, Shoghi Effendi mempunyai hubugan dengan Bab melalui ayahnya, Mirza Hadi Shirazi, dan hubungannya dengan Baha’u’llah melalui ibunya, Iyayyih Khanum, putri sulung dari Abdu’l Baha. Dari tahun-tahun masa mudanya, Shoghi Effendi sangat dipengaruhi oleh Abdu’l Baha, yang banyak sekali memberikannya pengajaran awal. Shoghi Effendi belajar doa-doa dari kakek nya Abdu’l Baha, yang mendorongnya untuk berdoa. Pada saat itu Abdu’l Baha juga merupakan seseorang yang bersikeras untuk memberikan anak ini panggilan “Shoghi Effendi”, (“Effendi” yang berarti “Tuan”), dari pada hanya “Shoghi”, sebagai tanda kehormatan untuknya.

Pada mulanya beliau hanya dididik di rumah bersama dengan anak-anak lain di lingkungan rumahnya, dan kemudian ia bersekolah di sekolah Perancis Christian Brothers di Haifa, dan kemudian berpindah ke sekolah Katolik yang lain di Beirut. Shoghi Effendi kemudian meneruskan pendidikannya di Universitas Protestan Syiria (sekarang disebut dengan Universitas Amerika Beirut) untuk tahun-tahun terakhirnya di sekolah tinggi dan tahun-tahun pertamanya di universitas dimana ia berhasil meraih gelar sarjana seni pada tahun 1918. Setelah mendapatkan pendidikan di American University of Beirut selanjutnya ia mengenyam pendidikan di Balliol College, Oxford di Britania Raya, dimana ia lulus sebagai sarjana “Ekonomi dan Ilmu Sosial”, dimana ia masih dalam proses penyempurnaan ketrampilan terjemahannya

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s