Karakteristik Pemeluk Agama Baha’i

Di dalam Agama Baha’i terdapat karakteristik-karakteristik dimana semua pemeluk Baha’i diwajibkan untuk selalu dan bersama-sama menjalankannya, sehingga dapat mewujudkan tujuan utama Agama Baha’i yaitu perdamaian dan keharmonisan dunia. Adapun karakterisktik utama tersebut adalah :

  • Seorang pemeluk Baha’i harus selalu aktif di dalam pencarian ilmu pengetahuan, pencarian kebenaran akan ajaran Tuhan. Oleh karena itu dalam Agama Baha’i Tuhan menurunkan banyak kitab dan juga buku yang ditulis oleh Baha’u’llah maupun oleh Abdu’l Baha. Lebih lagi Agama Baha’i datang pada zamam modern, dimana hampir seluruh umat manusia sudah mampu membaca dan sudah mampu memperoleh informasi dengan mudah. Oleh karena itu pencarian akan kebenaran Ilahi akan dengan mudah di dapat dengan terus menerus belajar, membaca dan selalu terbuka dengan hal-hal yang baru. Hal yang paling penting bagi para pemeluk Agama Baha’i adalah bahwa mereka harus mencari dengan dirinya sendiri akan kebenaran,akan ajaran Tuhan sehingga mereka mampu menentukan dengan dirinya sendiri dan yakin bahwa Agama Baha’i adalah agama yang paling tepat untuk saat ini, tanpa mendapatkan pengaruh dari orang lain. Tetapi dikarenakan kondisi saat ini dimana setiap orang dapat menafsirkan sendiri dengan dirinya apapun yang dia baca dan yang dia ketauhi, dapat menyampaikan dan menyebarkan apapun yang dia anggap benar, oleh karena itu sangat penting akan adanya Guardian atau Imam yang membimbing. Guardian di dalam agama Baha’i yaitu seseorang yang mempunyai hak interpretasi atau hak menafsirkan, dimana beliau mendapat bantuan dari Tuhan sehingga apa yang beliau interpretasikan adalah selalu benar dan bebas dari kesalahan.
  • Salah satu tujuan yang paling utama dari Agama Baha’i adalah untuk mewujudkan suatu Persatuan dunia, oleh karena itu pemeluk Agama Baha’i diharuskan untuk saling memelihara perdamaian dan keharmonisan dunia. Terdapat 7 Lilin Persatuan di dalam Agama Baha’i yang digunakan sebagai pedoman oleh para Baha’i untuk mewujudkan persatuan dunia. Bisa anda baca disini https://bahaiortodoksindonesia.wordpress.com/2015/08/04/tujuh-lilin-persatuan-dunia-seven-canddles-of-unity/
  • Menyebarkan cinta dan kasih kepada seluruh umat manusia merupakan tugas pemeluk Agama Baha’i. Dengan menghapus seluruh perbedaan yang ada di antara manusia baik itu merupakan perbedaan agama, ras, suku bangsa, bahasa, warna kulit dll. Dengan menganggap bahwa seluruh manusia adalah sama dan merupakan bagian dari satu keluarga planet bumi. Dengan begitu penyebaran cinta kasih antar umat manusia akan bisa terwujud.
  •  Menyelaraskan agama, logika dan juga ilmu pengetahuan. Di dalam Agama Baha’i semua ajaran, hukum-hukum dan aturan yang digunakan selaras berdasarkan logika dan ilmu pengetahuan. Pada zaman sekarang ini semua hal paling tidak bisa dijelaskan dengan ilmu pengetahuan, berbeda dengan zaman dahulu kala, ketika ilmu pengetahuan masih belum berkembang dengan pesat, cara berpikir umat manusia sangat lah berbeda. Pemikiran manusia zaman dahulu belum sampai pada taraf logika, dimana semua hal dan pertanyaan yang rumit akan dipecahkan dan dijelaskan dengan metafora, yaitu cara untuk membantu pikiran kita memproses segala hal yang masih belum dapat diproses secara logika. Seperti contoh nya tentang teori awal penciptaaan manusia. Menurut cerita, manusia ada di bumi ini semenjak Nabi Adam dan Hawa diusir oleh Tuhan dari surga, dikarenakan Hawa telah melakukan dosa memakan buah terlarang di surga. Cerita ini dibuat karena manusia pada zaman dahulu belum mampu untuk menjelaskan berdasarkan ilmu pengetahuan bagaimana awal penciptaan manusia itu terjadi, maka dari itu mereka mencoba untuk mencari jalan keluar dengan membuat cerita metafora tersebut. Tetapi keadaan saat ini sudah jauh berbeda, cerita-cerita seperti itu umum nya sudah tidak dapat lagi diterima secara logika, karena pemikiran umat manusia pada zaman sekarang sudah berkembang pesat, cenderung mengarah kepada logika dan ilmu pengetahuan. Oleh karena itu sebuah agama yang berperan sebagai tuntunan dan pedoman hidup umat haruslah selaras dengan logika dan ilmu pengetahuan.
  • Menghapus segala prasangka terhadap pemeluk agama lain. Ini merupakan langkah pertama untuk menjalin suatu hubungan damai dan harmonis. Bagaimana bisa kita menjalin hubungan damai tanpa menghapus segala bentuk prasangka buruk. Seorang Baha’i diwajibkan untuk mencintai dan menyayangi semua orang, tidak peduli apakah mereka seorang Baha’i atau bukan, tidak ada perbedaan perlakuan sama sekali kepada pemeluk agama lain, karena mereka juga adalah umat yang juga dicintai oleh Tuhan yang maha Esa. Abdu’l Baha pernah menuliskan tentang hal ini di dalam Perjanjian dan Wasiat (Will and Testament) –“ Wahai teman-temanku tercinta! Bersatulah dengan semua orang, saudara-saudara, agama-agama di dunia dengan penuh kebenaran, kejujuran, kesetiaan, kebaikan, kehendak baik dan keramahan, agar seluruh dunia semoga penuh dengan rahmat Baha, agar kebodohan, permusuhan, kebencian dan dendam bisa lenyap dari dunia, dan kegelapan yang disebabkan oleh kerenggangan orang-orang dan sanak saudara di dunia semoga bisa memberikan jalan untuk Cahaya Persatuan. Jika orang-orang lain dan bangsa lain menjadi tidak setia kepadamu tunjukan kesetiaan mu kepada mereka, jika mereka tidak adil terhadapmu tunjukan keadilan mu terhadap mereka, jika mereka menjauhkan diri dari mu tariklah mereka kepada dirimu, jika mereka menunjukan permusuhan mereka beramah-tama lah terhadap mereka, jika mereka meracuni hidup mu, permanislah jiwa mereka, jika mereka melukai mu, jadilah obat untuk luka-luka mereka. Yang seperti itu merupakan sifat-sifat dari ketulusan! Yang seperti itu merupakan sifat-sifat dari kebenaran!”
  • Pemeluk Baha’i harus mengusahakan suatu system ekonomi yang adil. Suatu system ekonomi yang memberikan setiap individu di dunia ini kesempatan untuk mencari nafkah dan pendapatan untuk memperbaiki kualitas hidup mereka. Jika kita melihat kondisi system perekonomian di dunia pada saat ini, terjadi begitu banyak ketimpangan dan pendiskriminasian. Banyak orang mendapatkan keuntungan dengan cara menyengsarakan orang lain. Bahkan banyak orang yang tidak bisa melakukan apapun karena mereka tidak memiliki kesempatan, karena terbatasnya lapangan pekerjaan dan kemampuan yang dimiliki. Disinilah tugas dari pemeluk Baha’i untuk membuat suatu perubahan system ekonomi, yang dapat memberikan kesempatan bagi orang-orang kecil dan lemah.
  • Mengusahakan agar semua anak-anak di seluruh dunia bisa mendapatkan pendidikan yang layak. Adalah suatu kewajiban yang pokok bagi para Baha’i untuk menjunjung tinggi ilmu pengetahuan, untuk membekali setiap individu dunia dengan pendidikan. Apalagi anak-anak sebagai penerus utama bangsa dan dunia. Maka dari itu para Baha’i wajib mengusahakan bagi seluruh anak-anak di dunia untuk belajar di sekolah dan mendapatkan pendidikan. Tetapi jika suatu keluarga memiliki kondisi perekonomian yang buruk, yang mengakibatkan tidak semua anak-anak mereka bisa bersekolah, maka diwajibkan anak perempuan lah yang bersekolah terlebih dahulu. Mengapa demikian? Karena kondisi perempuan saat ini sangatlah buruk, dimana-mana, di banyak sekali Negara di dunia, selalu terdapat pendiskriminasian terhadap perempuan, perempuan di larang bersekolah, dilarang untuk maju dan sulit mendapatkan hak untuk belajar. Oleh karena itu mengingat kondisi pendidikan perempuan yang saat ini terpuruk diwajibkan agar anak perempuan dulu lah yang bersekolah, jika benar-benar kondisi perekonomian keluarga tidak mencukupi untuk menyekolahkan dua-duanya.
  • Menggunakan satu bahasa untuk seluruh dunia. Para Baha’i di seluruh dunia diharuskan memilih satu bahasa yang digunakan untuk berkomunikasi dan saling bertukar informasi. Bahasa persatuan yang digunakan ini haruslah menjadi bahasa nomor satu. Pada saat ini bahasa nasional setiap orang masih menjadi bahasa nomor satu mereka, tapi pada akhirnya Baha’i yakin bahwa keadaan akan berubah, dan setiap orang akan menjadikan bahasa persatuan ini sebagai bahasa nomor satu menggantikan bahasa nasional. Masih belum dipastikan bahasa apa yang akan menjadi bahasa persatuan dunia nantinya, yang pasti bahasa tersebut akan merupakan bahasa yang mudah dipelajari dan dimengerti oleh semua orang.
  • Menganggap setara antara laki-laki dan perempuan. Baha’i percaya bahwa laki-laki dan perempuan adalah sama, bahwa mereka memiliki kemampuan yang sama, hak yang sama, kewajiban dan tanggung jawab yang sama. Tidak ada perbedaan diantara mereka. Perempuan dan laki-laki berhak memperoleh pendidikan yang sama , perempuan diperbolehkan untuk menceraikan suaminya, diperbolehkan untuk menikahi laki-laki dari agama lain, perempuan tidak diperbolehkan untuk dipukul oleh sang suami apapun alasan nya. Hal ini terwujud untuk memperbaiki beberapa hukum yang menempatkan perempuan seolah-olah diposisi yang lebih rendah dari pada laki-laki. Oleh karena itu wajib bagi para Baha’i untuk menganggap dan memperlakukan laki-laki dan perempuan secara sama.
  • Mengannggap bahwa dasar-dasar pokok dari setiap agama adalah sama. Di dalam setiap agama terdapat dua bagian utama yaitu; dasar-dasar ideology agama dan hukum hukum yang berlaku pada setiap agama. Baha’i mempercayai bahwa dasar ideology dari setiap agama adalah sama, yaitu harus patuh dan taat kepada Tuhan Yang Maha Esa, berbuat kebaikan, saling menghormati dan menyayangi antar sesama dan mewujudkan perdamaian. Tetapi hukum dan aturan yang berlaku di setiap agama adalah berbeda, sesuai dengan kondisi sosial yang berlaku saat agama tersebut datang. Contohnya hukum yang berlaku dalam agama Islam, Kristen dan Baha’i adalah berbeda, karena ke tiga agama tersebut terlahir di dalam kondisi, waktu dan tempat yang berbeda. Tetapi Agama Baha’i merupakan suatu agama yang dapat digunakan untuk mempersatukan seluruh dunia, karena hukum-hukum yang ada di dalam nya dapat di implementasikan di seluruh bagian dunia dan cocok dengan kondisi sosial masyarakat dunia pada saat ini.
  • Menganggap bahwa seluruh dunia ini sebagai satu kesatuan Negara. Sesungguhnya kita semua di dunia ini merupakan suatu masyarakat dari satu Negara yang disebut planet bumi.Bahwa kita semua di dunia ini merupakan suatu umat dari Tuhan Yang Maha Esa. Sesungguhnya perbedaan-perbedaan yang ada tidak lah penting dan berpengaruh jika persatuan dan keharmonisan dunia lah yang menjadi tujuan utama. Di dalam agama Baha’i Tuhan telah menciptakan dua Organisasi utama, dimana melalui Organisasi ini agama Baha’i akan dapat mewujudkan persatuan dan perdamaian dunia. Ke dua Organisasi tersebut ialah Lembaga Perwalian (Guardianship) dan Parlemen Peradilan Universal (Universal House of Justice). Dimana pemimpin dari kedua Organisasi ini adalah Guardian/Imam Agama Baha’i.

Itulah ke tugas-tugas yang dimiliki oleh para pemeluk Agama Baha’i yang pada dasarnya tugas tersebut juga merupakan tugas untuk seluruh umat manusia di dunia.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s