Tujuh Lilin Persatuan Dunia (Seven Canddles of Unity)

Di dalam ajaran Agama Baha’i Terdapat 7 Lilin Persatuan (The Seven Candles of Unity). Baha’í percaya bahwa Agama Baha’í akan dapat mempersatukan umat manusia seluruhnya jika ke-tujuh lilin persatuan ini telah dinyalakan. Soghi Effendi Imam atau Guradian pertama Agama Baha’i menulis di dalam bukunya “The World Order of Baha’u’llah” yang menyatakan bahwa Abdul Baha (Putra Nabi) pernah menjelaskan ke-tujuh lilin persatuan tersebut :

  1. Perubahan Sistem Politik (The Change of the Political System)

Perubahan system politik di dalam sebuah Negara akan dapat terjadi jika masyarakat dan pemerintah menyadari akan perlunya suatu perubahan, perlunya suatu mekanisme politik baru yang lebih baik yang dapat membawa pada keharmonisan dan perdamaian. Bagaimana cara agar masyarakat dan pemerintah tersadarkan perlunya perubahan tersebut? Biasanya dibutuhkan suatu konflik permasalahan yang mengguncangkan mereka terlebih dahulu, seperti perang dan pertikaian contoh nya. Dari sini mereka akan sadar bahwa keadaan seperti itu tidak dapat terus menerus diabiarkan, mereka memerlukan suatu perdamaian, suatu system baru yang menuntun mereka kedalam persatuan bersama. Maka dari sinilah akan lahir suatu perubahan system politik.

Seperti yang terjadi pada saat Perang Dunia ke-dua. Bangsa Eropa saling membunuh dan berperang hanya untuk memperebutkan wilayah pendudukan dan kekuasaan. Mereka mengalami kerugian yang sangat besar, jutaan nyawa melayang, kota-kota hancur dikarenakan konflik ini. Dari sinilah mereka sadar bahwa keadaan seperti ini sangat merugikan, bahwa satu-satu nya hal yang mereka butuhkan adalah perdamaian. Dan pada saat ini terdapat liga persatuan antar bangsa Eropa yang diberi nama Uni Eropa (Europan Union). Ini merupakan salah satu perubahan system politik yang terjadi dikarenakan kesadaran manusia akan perlunya suatu perdamaian. Persatuan Uni Eropa ini membuat bangsa Eropa saling bekerja sama dalam bentuk ekonomi, politik dan sosial secara damai dan harmonis.

  1. Perubahan Sistem Pemilihan Pemimpin Negara

Pada saat ini kita bisa melihat bahwa hampir di setiap Negara di dunia, demokrasi berjalan dengan cukup baik. Di Negara kita Indonesia contoh nya para pemimpin dipilih melalui pemilihan umum (pemilu) secara langsung oleh rakyat. Rakyat disini diberikan hak sepenuhnya untuk memilih siapakah yang pantas menjadi pemimpin mereka. Tapi jika kita lihat pada ratusan tahun yang lalu keadaan seperti ini sungguh sangat mustahil dilaksanakan. Hampir semua negara di dunia pada masa lalu masih memakai sistem monarki, yaitu sistem kerajaan yang memilih pemimpin atau raja turun temurun dari raja sebelumnya. Bahkan beberapa negara sempat memakai sistem pemerintahan Diktaktor yang mendiskriminasi rakyat. Rakyat tidak diberikan hak sama sekali untuk memilih bahkan semua hukum dan aturan Negara diserahkan sepenuhnya di tangan para raja, tidak peduli apakah hukum tersebut memihak rakyat atau tidak. Rakyat harus mematuhi semua, apa yang raja inginkan. Tetapi seiring dengan perubahan sosial masyarakat dunia, keadaan ini akan segera berakhir. Bahwa umat manusia akan sadar bahwa setiap individu sebagai anggota masyarakat mempunyai hak untuk menentukan pemimpin mereka. Pada saat ini lilin kedua dari persatuan ini sudah mulai dinyalakan di hampir seluruh Negara di dunia, bahwa rakyat bisa memilih dan menggunakan hak mereka.

  1. Kemerdekaan Berpikir (Freedom of Thought)

Jika rakyat sudah bisa menggunakan hak nya untuk memilih pemimpin mereka, berarti rakyat sudah diberikan kebebasan untuk berpikir. Tercapainya lilin ke-tiga persatuan ini adalah ketika rakyat sudah diberikan hak dan kebebasan untuk berpikir, untuk menyampaikan pendapat, untuk ikut andil dalam memutuskan aturan dan system pemerintahan.

Di Eropa contohnya pada saat ini wanita memiliki hak yang sama dengan pria. Wanita bisa menjadi apapun yang dia inginkan, berprofesi apapun, bahkan menjadi politisi yang bekerja di dalam system pemerintahan Negara. Inilah yang akan terjadi jika rakyat sepenuhnya diberikan hak untuk berpikir dan menyampaikan pendapat. Mari kita tengok pada abad ke 18, ketika hak-hak wanita sama sekali terlupakan. Wanita dianggap sebagai manusia berjenis kelamin ke-dua yang tidak berpengaruh. Di Perancis pada abad ke 18 seorang wanita pejuang bernama Gouges Marie Olympe ditembak mati oleh pemerintah Perancis karena melakukan demonstrasi untuk membela hak-hak wanita. Padahal kita tahu bahwa wanita merupakan bagian yang sangat penting dalam suatu masyarakat, lebih dari 50% masyakat dunia adalah wanita. Bayangkan jika wanita tidak diberikan kebebasan untuk berpikir dan mengeluarkan pendapat. Bahkan wanita sebagai seorang ibu, sebagai pendidik dan role model untuk anak-anak nya, sebagai seseorang yang mempunyai campur tangan terbesar dalam pebentukan mindset anak-anaknya, jika wanita dibatasi pemikirannya bagaimana jadinya anak-anak mereka nanti sebagai penerus bangsa, anak-anak mereka juga akan terbatasi pemikirannya. Oleh karena itu dengan kemerdekaan berpikir yang diberikan kepada seluruh umat manusia, tanpa memandang siapa orang tersebut, pria atau wanita, kaya ataua miskin, tanpa memandang warna kulit, ras dan suku bangsa, maka keadilan, keseimbangan dan keharmonisan dunia akan bisa tercapai. Dan lilin persatuan ke tiga akhirnya menyala.

  1. Tersadarnya Umat akan Agama Baha’i

Ketika sebuah Negara telah memiliki dan meyalakan lilin pertama, kedua dan ketiga itu berarti Negara tersebut telah siap untuk menyalakan lilin persatuan yang ke-empat, yaitu ketika umat manusia tersadarkan bahwa Agama Baha’í adalah agama yang terbaru yang paling tepat dari Tuhan yang sesuai dengan kondisi dunia sekarang ini. Lilin ke-empat ini merupakan proses paling penting dalam sebuah agama, tidak tahu kapan akhirnya proses ini akan terwujud, dan yang sesungguhnya hal ini hanya bisa terjadi dengan bantuan dan kekuasaan Tuhan yang maha Esa.

Di dalam agama Islam menyalanya lilin persatuan yang ke-empat ini adalah ketika Nabi besar Muhammad saw berhijrah dari Makkah ke Madinah. Pada saat nabi Muhammad saw berada di Makkah dan mulai menyebarkan Agama Islam, beliau hanya mempunyai sedikit saja pengikut, hanya beberapa orang yang mau memeluk agama Islam. Bahkan pada saat itu Nabi Muhammad dimusuhi, diusir dan dianiaya oleh orang-orang kafir. Tetapi ketika beliau berpindah ke Madinah untuk menghindari bahaya dan ancaman dari kaum kafir quraish, beliau berhasil mendapatkan banyak sekali pengikut. Bahkan kedatangan Nabi di Madinah disambut dengan baik dan meriah oleh para penduduk. Itulah saat dimana lilin ke empat menyala dalam Agama Islam.

Baha’u’llah (Nabi yang membawa ajaran Baha’i) pernah mengatakan bahwa agama-agama sebelumnya selalu menyebar dari negara-negara Timur Tengah. Seperti agama Yahudi dan Kristen yang mulai menyebar dari Jerusalem dan agama Islam dari Negara Arab. Tetapi agama Baha’í berbeda, agama ini akan mulai menyebar dari Negara-negara barat. Mengapa demikian? Karena di negara-negara baratlah yang untuk pertama kali masyarakat diberikan kemerdekaan untuk berpikir (The Freedom of Thought). Masyarakat disana lebih siap menerima agama baru, lebih mau untuk menjadi open minded, belajar hal-hal baru yang pada akhirnya menjadikan mereka sadar bahwa Baha’í merupakan agama yang paling tepat untuk saat ini. Jika kita lihat masyarakat di negara timur tengah, masing-masing mereka terlalu fanatik dengan kepercayaan yang mereka peluk. Sehingga mereka tidak mau tahu, acuh tak acuh terhadap agama lain, mereka beranggapan bahwa agama merekalah agama yang paling benar. Padahal jika kita ingin mengetahui dan membuktikan agama mana yang paling benar, kita membutuhkan komperasi (pembandingan) dengan agama-agama yang lain. Kita harus mengetahui hukum-hukum dan aturan yang terdapat di dalam agama yang lain. Sehingga kita bisa mengetahui dan membuktikan agama mana yang paling benar. Jika kita sedang melakukan pembandingan antar beberapa agama, maka kita harus berpikir bahwa kita sedang tidak memeluk agama apapun, sedangkan didepan kita terdapat beberapa agama yang mana satu diantaranya harus kita pilih. Dengan mengetahui sejarah, hukum dan aturan dari masing-masing agama dengan baik tentunya. Dengan cara itulah maka kita akan benar-benar berpikir secara rasional manakah yang paling tepat, tanpa condong (bias) terhadap satu agama saja. Jika lilin ke-empat sudah menyala didalam suatu Negara maka masyarakat akan sadar bahwa Agama Baha’i lah yang paling tepat untuk saat ini dan hidup damai di dalam agama Baha’í. Dan menyalanya lilin persatuan yang ke empat ini akan bisa terwujud hanya dengan bantuan Tuhan Yang Maha Esa.

  1. Hilangnya Perbedaan Antar Umat Manusia

Ketika lilin persatuan ke lima ini sudah mulai menyala dengan terang, tidak peduli dari mana kamu berasal, bahasa apa yang kamu pakai, agama apa yang kamu peluk, kaya atau miskin kah kamu dan warna apa kulitmu. Perbedaan tersebut sudah tidak akan lagi dipedulikan oleh umat manusia. Semua orang akan beranggapan bahwa seluruh manusia yang hidup di bumi adalah sama. Bahwa mereka semua adalah satu kesatuan dari masyarakat planet bumi. Umat manusia akan menganggap bahwa seluruh dunia ini sebagai satu Negara. Dari sini lah keharmonisan dan perdamaian akan tercapai, bahwa setiap orang akan merasa saling memiliki. Permusuhan, peperangan dan pertikaian yang terjadi dikarenakan perbedaan tidak akan terjadi lagi.

Pada zaman dahulu perbedaan suku, ras, agama, budaya dan bahasa sering menjadi masalah pokok dalam suatu keadaan sosial. Orang menganggap bahwa jika orang lain mempunyai perbedaan dengan nya, perbedaan suku dan ras contohnya maka orang tersebut bukan merupakan bagian dari kelompok mereka, bahkan orang tersebut berhak untuk dilenyapkan. Seperti yang terjadi beberapa waktu yang lalu di Negara Afrika Selatan, yaitu Politik Apartheid. Pertentangan yang terjadi antara masyarakat kulit putih dan kulit hitam. Masyarakat kulit putih menganggap bahwa orang kulit hitam lebih rendah derajatnya, mereka hanya pantas dijadikan sebagai budak yang tidak mempunyai hak yang sama dengan orang kulit putih. Tetapi sekarang keadaan seperti ini sudah mulai berakhir, pendiskriminasian seperti itu sudah tidak terlihat lagi. Bahkan pada saat ini banyak orang kulit hitam yang menikah dengan orang kulit putih dan dengan suku-suku ras yang lain . Ini menandakan bahwa lilin persatuan yang ke lima ini sudah sedikit demi sedikit dinyalakan.

  1. Penghapusan Batas Batas Negara

Salah satu syarat dapat terwujudnya suatu persatuan adalah tidak adanya garis yang membatasi antara satu sama lain. Persatuan dunia berarti adalah persatuan antar Negara. Dimana hal ini akan bisa terwujud jika batas-batas Negara dihapuskan. Seperti yang terjadi di negara-negara Eropa pada saat ini, batas-batas antar negara Eropa sudah dihapuskan. Orang-orang dengan bebas bisa berpindah dari Negara satu ke Negara yang lain tanpa harus mempunyai Visa atau surat perijinan dari Negara yang bersangkutan terlebih dahulu. Mereka bebas melakukan kerja sama sosial, politik, ekonomi dll. Keadaan seperti ini nantinya akan terus menerus berkembang di belahan dunia yang lain, di Asia, Afrika, Amerika dan Australia. Yang pada akhirnya mewujudkan suatu persatuan dunia dengan meniadakan batas-batas Negara. Ketika saat itu terjadi berarti lilin persatuan yang ke enam sudah dinyalakan.

  1. Satu Bahasa Untuk Dunia

Setelah ke enam lilin persatuan dinyalakan, maka akan ada satu bahasa yang akan mempersatukan seluruh umat manusia. Satu bahasa yang digunakan untuk berkomunikasi bagi seluruh masyarakat dunia dan sebagai alat pemersatu utama. Dan bahasa ini akan menjadi bahasa nomer satu untuk setiap individu, dan bahasa ibu (bahasa nasional) dari setiap individu akan menjadi bahasa nomer dua. Jika hal ini terwujud umat manusia fdari belahan dunia manapun akan mudah berkomunikasi, saling berinteraksi, saling bertukar pendapat dan informasi yang pada akhirnya akan memudahka persatuan antar umat manusia di dunia.

Itulah ke tujuh lilin persatuan dunia, dimana Agama Baha’i adalah satu-satu nya pedoman dan alat yang dapat digunakan untuk menyalakan ke tujuh lilin persatuan tersebut dan yang akan mengantarkan umat manusia kedalam perdamaian dan keharmonisan dunia.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s