AGAMA BAHA’I DI BAWAH PERWALIAN GUARDIAN (BAHA’I ORTODOKS )

460_345_resize

ABDU’L BAHA

“PUSAT DARI PERJANJIAN”

Agama Baha’i yang berada di bawah perwalian Guardian, dibedakan oleh penerimaan Wasiat dan Perjanjian (Will and Testament) dari Abdu’l Baha, putra dari Nabi dan Pendiri Agama, sebagai sebuah pemahaman Ilahi, dokumen yang suci, kekal dan abadi, yang melukiskan Lembaga-Lembaga penting dari Tatanan Administrasi yang unik, yang bersama dengan penerapan Hukum-Hukum dan Prinsip yang dinyatakan oleh Baha’u’llah, dokumen Wasiat dan Perjanjian ini menegakkan dasar-dasar untuk pembentukan Tatanan Dunia oleh Baha’u’llah dan Peradaban Dunia masa depan.

Tatanan ini dibentuk dalam bentuk embrio oleh Soghi Effendi, Guardian pertama agama Baha’i yang menjabat selama 36 tahun. Beliau telah diangkat oleh Abdu’l Baha di dalam Wasiat dan Perjanjian miliknya, sebuah Dokumen yang juga ditetapkan untuk kelangsungan Institusi ini selama masa Dispensasi Baha’u’llah yang kemudian dilimpahkan tangggung jawabnya melalui penggantian terhadap para Guardian Agama, yang setiap Guardian akan diangkat oleh pendahulunya “di masa hidupnya”. Kekuasaan Interpretatif Tunggal dari Kitab Suci Baha’i telah diberikan hak sepenuhnya oleh Abdu’l Baha kepada Guardian yang juga berperan sebagai “ketua suci dan anggota mulia seumur hidup” dari Majelis Peradilan Universal (Universal House of Justice), organ legislative yang paling tinggi dari Tatanan Administrasi dan berhak menentukan “bimbingan-bimbingan penting untuk membagi ruang lingkup tugas lembaga legislative” dan memastikan bahwa hukum-hukum tambahan yang ditetapkan oleh lembaga ini selaras dengan Hukum-Hukum abadi yang dinyatakan oleh Baha’u’llah di dalam Kitab Suci Utama-Nya. Soghi Effendi menyatakan bahwa kedua lembaga kembar yaitu Guardian dan Majelis Peradilan Universal (Guardianship and The Universal House of Justice) “saling melengkapi di dalam masing-masing otoritas dan fungsinya” dan kedua lembaga tersebut tidak bisa dipisahkan dan bahwa kedua lembaga tersebut merupakan “pilar kembar yang menopang Stuktur Administarsi yang perkasa ini”.

Tidak seperti Baha’i-tanpa-Guardian yang mempercayai bahwa Guardianship berakhir dengan meninggalnya Soghi Effendi, para pemeluk agama Baha’i yang berada di bawah perwalian Guardian (Ortodoks Baha’i) percaya bahwa Soghi Effendi mengangkat penerusnya yaitu Mason Remey, dalam ketaatan setia dengan ketentuan suci Perjanjian dan Wasiat dari Abdu’l Baha dan bahwa telah ada penerimaan yang nyata dari nya sebagai Guardian ke dua dan “Pusat dari Ajaran” dan, pada gilirannya, penerusnya yang terpilih, menegakkan kesetiaan terhadap Perjanjian Baha’u’llah.

THE TRUE BAHA’I FAITH

Agama Baha’i merupakan sebuah agama yang mempercayai bahwa setiap manusia adalah sama di mata Tuhan, bahwa setiap manusia mempunyai hak yang sama untuk diperlakukan dengan baik dan dihormati. Agama baha’i meniadakan segala bentuk perbedaan antara manusia, perbedaan ras, suku bangsa, agama, warna kulit, jenis kelamin dan lain-lain, karena tujuan utama dari Agama Baha’i adalah terwujudnya persatuan, perdamaian dan keharmonisan antar seluruh umat manusia di dunia.

Baha’i mempercayai bahwa agama dari Tuhan akan datang terus menerus, bahwa Tuhan akan terus menurunkan Nabi baru untuk menuntun umat manusia ke dalam jalan kebenaran Ilahi. Mengingat akan kondisi umat manusia yang dinamis, selalu berubah-ubah mengikuti perkembangan jaman. Umat manusia pada akhirnya akan membutuhkan suatu aturan dan tuntunan yang baru, tuntunan yang sesuai dengan kondisi masyarakat pada saat itu. Tuntunan dan aturan tersebut adalah sebuah agama yang digunakan umat manusia sebagai pedoman kehidupan. Dimana agama yang baru ini berfungsi untuk menyempurnakan aturan dan tuntunan dalam agama sebelumnya. Baha’i mempercayai bahwa paling tidak di dalam setiap seribu tahun Tuhan akan menurunkan Nabi Baru dan menghadiahi umat dengan pedoman Agama baru.

Seperti halnya Agama Yahudi datang menggantikan agama Tauhid, selanjutnya Agama Kristen, kemudian Agama Islam , lalu Agama Baha’i, Baha’u’llah datang dan membawa ajaran Agama Baha’i bertujuan untuk menggantikan dan meyempurnakan agama-agama sebelumnya dan mempersatukan umat manusia di dalam suatu perdamaian dan keharmonisan. Sesungguhnya Baha’i percaya bahwa semua agama benar adanya dan datang dari Tuhan yang Maha Esa, seperti Yahudi, Kristen, Islam, Zarathustra,Hindu dan Budha, bahwa setiap Rasul dan Nabi yang ada merupakan utusan Tuhan yang bertujuan untuk menuntun umat manusia ke Jalan Ilahi. Tapi bedanya adalah Agama mana yang paling baru, yang paling cocok dan sesuai dengan kondisi masyarakat dunia.

Nabi Baha’u’llah telah bersabda bahwa Agama Baha’i merupakan pembuka dari era atau jaman yang baru. Bahwa kita pada saat ini telah memasuki era ke dua dalam suatu kehidupan manusia. Era pertama yaitu dimulai pada waktu Nabi Adam turun ke bumi sampai pada waktu Nabi Muhammad saw. Oleh sebab itu di dalam kitab manapun Tuhan selalu berfirman bahwa Nabi Adam adalah Nabi pertama dan Nabi Muhammad merupakan penutup para nabi, yang dimaksudkan adalah penutup para nabi pada era atau jaman pertama. Dan di dalam era ke dua ini, setelah Agama Baha’i Tuhan juga akan terus menerus menurunkan nabi baru untuk menuntun umat manusia dan akan ada agama-agama selanjutnya yang diturunkan oleh Tuhan Yang Maha Esa.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s